PgriBeltim.Com | ArtasariMediaGroup ~ Belitung Timur (Beltim), sebuah kabupaten yang terletak di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedang melalui masa transisi yang signifikan dalam sektor pendidikan.
Salah satu langkah penting yang baru saja diambil oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) adalah menerima hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa dua unit bus sekolah dan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Pemberian ini merupakan hasil dari pengajuan langsung oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten, saat melakukan kunjungan ke Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada awal Januari 2025.
Namun, salah satu Aktivis Sosial Kemasyarakatan yang juga peduli terhadap sektor pendidikan dan transportasi di Beltim, Rajo Ameh, memiliki pandangan yang lebih jauh.
Menurut Rajo Ameh, dua bus sekolah yang dihibahkan itu tentu sangat berarti, namun menurutnya, Belitung Timur tidak hanya membutuhkan dua bus sekolah, melainkan setidaknya enam bus sekolah untuk mencakup seluruh kebutuhan mobilitas pelajar, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Rajo Ameh memandang bahwa pentingnya transportasi sekolah yang memadai adalah kunci untuk memastikan pendidikan dapat diakses secara merata oleh seluruh pelajar di kabupaten tersebut.
Pentingnya Transportasi Pendidikan di Belitung Timur
Belitung Timur, dengan luas wilayah lebih dari 2.000 km², memiliki sejumlah tantangan besar dalam hal distribusi pendidikan.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah aksesibilitas transportasi untuk pelajar, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil dan terisolasi.
Dengan lebih dari 27.743 pelajar yang tersebar di berbagai kecamatan di seluruh kabupaten, seperti Manggar, Gantung, Kelapa Kampit, dan Simpang Pesak, akses menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri. Jarak yang jauh, serta infrastruktur yang terbatas, menjadikan transportasi yang aman dan terjangkau sebagai kebutuhan utama.
Siswa yang tinggal jauh dari sekolah sering kali harus menempuh perjalanan yang memakan waktu lama dan melelahkan.
Sementara itu, sebagian besar angkutan umum yang ada belum dapat diandalkan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pelajar.
Sebagian dari mereka bahkan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi yang tidak terjamin keamanannya.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Beltim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas transportasi umum.
Salah satunya adalah dengan menerima hibah dua unit bus sekolah dari Pemprov DKI Jakarta.
Dua bus tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengantar-jemput siswa yang tinggal di daerah-daerah jauh, seperti Gantung, Manggar, dan Kelapa Kampit.
Rajo Ameh: “Belitung Timur Perlu 6 Bus Sekolah”
Rajo Ameh, yang dikenal sebagai seorang Aktivis & Pemerhati Sosial Kemasyarakatan yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan di Belitung Timur, memberikan pendapat yang sangat konstruktif tentang kebutuhan transportasi pendidikan di wilayahnya.
Menurutnya, meskipun hibah dua bus sekolah tersebut patut diapresiasi, jumlah tersebut belumlah cukup untuk mencakup seluruh kebutuhan pelajar di Belitung Timur.
Bahkan, Rajo Ameh berpendapat bahwa kabupaten ini seharusnya memiliki setidaknya enam unit bus sekolah untuk memastikan semua pelajar di seluruh wilayah mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.
“Dua bus sekolah itu memang langkah yang baik, namun Belitung Timur memiliki wilayah yang luas dan banyak daerah yang sulit dijangkau.
Kita butuh lebih banyak bus sekolah. Kalau dua, itu mungkin hanya bisa menjangkau pelajar di daerah tertentu saja.
Kita butuh enam bus untuk mencakup lebih banyak kecamatan,” ujar Rajo Ameh saat diwawancarai oleh media setempat.
Menurut Rajo Ameh, tiga bus sekolah tidak cukup untuk menjangkau kebutuhan pelajar di kecamatan-kecamatan yang memiliki jumlah siswa banyak, seperti Manggar, Gantung, dan Kelapa Kampit.
Selain itu, kecamatan-kecamatan lain seperti Simpang Pesak dan Damar juga membutuhkan perhatian lebih terkait aksesibilitas transportasi untuk pelajar.
Dengan adanya enam unit bus sekolah, Rajo Ameh percaya bahwa setiap kecamatan di Belitung Timur akan bisa terlayani dengan baik.
Mengapa Belitung Timur Butuh 6 Bus Sekolah?
Ada beberapa alasan mengapa Belitung Timur membutuhkan lebih banyak bus sekolah daripada yang direncanakan saat ini.
Berikut adalah beberapa alasan mendasar yang menjelaskan mengapa enam unit bus sekolah diperlukan untuk menjawab tantangan aksesibilitas pendidikan di kabupaten ini.
1. Jumlah Pelajar yang Signifikan
Jumlah pelajar di Belitung Timur cukup besar, dengan 27.743 siswa tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK/SLB. Sebagian besar pelajar ini terletak di daerah yang jauh dari pusat kota dan harus menempuh perjalanan jauh untuk mencapai sekolah. Misalnya, di kecamatan Gantung dan Manggar terdapat lebih dari 6.000 siswa, dan di Kelapa Kampit terdapat lebih dari 4.000 siswa. Dengan jumlah pelajar yang cukup banyak ini, dua bus sekolah tentu saja tidak cukup untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi mereka.
2. Kondisi Infrastruktur yang Terbatas
Meskipun Belitung Timur memiliki beberapa infrastruktur jalan yang sudah cukup baik, beberapa daerah masih memiliki aksesibilitas terbatas, terutama di wilayah terpencil. Hal ini membuat transportasi menjadi sulit dijangkau oleh pelajar. Selain itu, kondisi jalan yang rusak atau becek, terutama saat musim hujan, membuat perjalanan menjadi lebih berbahaya dan sulit dilalui.
Dengan menambah jumlah bus sekolah, Pemkab Beltim dapat memastikan bahwa bus sekolah bisa menjangkau daerah-daerah yang lebih terpencil dan meningkatkan keselamatan pelajar dalam perjalanan menuju sekolah.
3. Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan
Salah satu tujuan utama dari bus sekolah adalah untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi pelajar di daerah yang sulit dijangkau. Dengan adanya lebih banyak bus sekolah, pelajar dari kecamatan-kecamatan jauh akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan pelajar di kota-kota besar. Hal ini juga akan mengurangi tingkat putus sekolah yang disebabkan oleh keterbatasan transportasi.
4. Memudahkan Mobilitas Pelajar dan Orang Tua
Selain itu, dengan lebih banyak bus sekolah yang beroperasi, orang tua tidak perlu khawatir lagi mengantar-jemput anak-anak mereka ke sekolah. Terutama bagi orang tua yang bekerja atau tinggal jauh dari sekolah, bus sekolah dapat mengurangi beban mereka dan memberikan rasa aman, karena anak-anak akan diantar-jemput oleh kendaraan yang lebih terjamin keselamatannya.
5. Mendukung Keselamatan dan Kesehatan Pelajar
Bus sekolah dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang lebih baik daripada kendaraan pribadi atau angkutan umum. Sabuk pengaman, pengawasan ketat, dan pengemudi yang terlatih adalah beberapa fitur yang membuat bus sekolah menjadi sarana transportasi yang lebih aman. Di daerah seperti Belitung Timur yang terkadang rawan bencana alam atau cuaca ekstrem, keselamatan pelajar harus menjadi prioritas utama.
Menyiapkan Bus Sekolah yang Lebih Banyak : Tantangan dan Solusi
Menambah jumlah bus sekolah tentu saja bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah pendanaan.
Pemkab Beltim perlu mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pembelian armada bus, pemeliharaan, serta operasionalnya.
Kerja sama dengan pihak swasta atau mencari sumber pendanaan lain, seperti hibah atau bantuan dari pemerintah pusat, bisa menjadi solusi untuk mengatasi kendala ini.
Selain itu, pemilihan rute yang tepat dan penjadwalan yang efisien juga sangat penting untuk memastikan bahwa bus sekolah dapat menjangkau seluruh kecamatan dan membawa pelajar ke sekolah tepat waktu.
Kolaborasi dengan pihak sekolah dan pihak terkait lainnya juga perlu dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional bus sekolah.
Pendidikan yang Merata Melalui Transportasi yang Terjamin
Program bus sekolah di Belitung Timur, yang sudah dimulai dengan hibah dua unit bus, adalah langkah positif untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan.
Namun, seperti yang dikemukakan oleh Rajo Ameh, dua unit bus tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelajar.
Belitung Timur membutuhkan lebih banyak bus sekolah, setidaknya enam unit, untuk memastikan bahwa seluruh pelajar dapat mengakses pendidikan dengan aman, nyaman, dan terjangkau.
Dengan adanya bus sekolah yang lebih banyak, pendidikan di Belitung Timur akan semakin merata, dan anak-anak dari daerah terpencil pun dapat mengejar cita-cita mereka tanpa terhalang oleh keterbatasan transportasi.
Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik, di mana setiap anak di Belitung Timur memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang berkualitas. | PgriBeltim.Com | */Redaksi | *** |

oke